Peninggalan Purbakala di Pagaralam Kurang Perawatan

Ilustrasi Situs Megalit yang ada di Pagaralam | Ist
PAGARALAM
– Sejumlah peninggalan purbakala berupa dolmen, arca batu gendong anak
dan arca kerbau di Desa Jambat Akar, Tegur Wangi Lama, Muarasiban,
Ujanmas Lama, Mingkik, Rimbacandi dan dibeberapa tempat lainnya di Kota
Pagaralam, kondisinya memprihatinkan.
Pantauan Kabar Sumatera,
Rabu (13/8), sejumlah peninggalan purbakala seperti dolmen yang di Dusun
Jembat Akar, ukiran batu mengendong anak di areal persawahan, tapak
tangan batu dan arca di Cawang Baru, arca dan situs Mingkik, dan ratusan
situs lainya tersebar di lima kecamatan, sebagian besar sudah rusak dan
ada beberapa bagian sudah patah. Ada juga benda-benda tersebut, yang
dipenuhi tumpukan sampah, dan beberapa bagian sudah terpencar sehingga
menjadikan batu-batu tersebut kehilangan bentuk aslinya.
Petugas
Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, Sumsel,
Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai yang dibincangi Kabar Sumatera menyebut
banyak benda-benda purbakala di Pagaralam yang kurang mendapat
perhatian dari pemerintah setempat.
“Kami sudah melakukan
penelitian dan pemeriksaan, terhadap tiga batu yang berada di daerah
Jambat Akar. Dua batu berbentuk dolmen dan arca manusia menggendong
anak, kita dipastikan merupakan benda bersejarah sedangkan batu kerbau
perlu penelitian lebih lanjut, sayangnya benda-benda itu sudah banyak
rusak disebabkan tangan jahil, dan faktor alam,” jelasnya.
Dia
berharap, ada perhatian pemerintah setempat untuk menyelamatkan berbagai
benda bersejarah yang cukup banyak tersebar di daerah Besemah ini, agar
bisa dijadikan sebagai aset daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas
Pariwisata dan Senibudaya Pagaralam, H Ibu Hajar dibincangi terpisah
menyebut saat ini pihaknya menemukan banyak kendala dalam
menindaklanjuti berbagai penemuan benda purbakala yang bernilai sejarah
tersebut, terutama masalah dana dan keterbatasan Sumber Daya Manusia
(SDM).
Namun kata dia, penemuan yang baru sudah diserahkan kepada
BP3 dan Balai Palembang untuk dilakukan upaya pelestarian, termasuk
pendataan agar menjadi aset negara bidang pubakala.
“Memang
Pagaralam memiliki cukup banyak situs peninggalan sejarah, yang tersebar
di seluruh kecamatan terutama yang berada disepajang Sungai Selangis
dan daerah dataran tinggi Gunung Dempo,” ungkapnya.
Kedepan ujar
Ibnu, pihaknya akan mengupayakan pendataan dan membuka akses agar dapat
mendukung daerah wisata sejarah dan pelestarian semua benda peninggalan
sejarah tersebut. “Kita berupaya secara bertahap melakukan upaya
perbaikan sarana pendukung, berbagai seperti jalan ke lokasi benda
purbakala tersebut,” tukasnya.
Komentar
Posting Komentar